Kabar Kemenangan Man City Ternyata Hanya Mengganggu Liverpool

LIHATBOLA – Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp tidak mau skuatnya terlalu fokus memikirkan soal betapa ketatnya persaingan dengan Manchester City di ujung musim 2018/19 ini. Dia percaya cara terbaik yang bisa ditempuh adalah dengan memikirkan laga per laga.

 

Liverpool dan Man City sama-sama memetik kemenangan penting di laga lanjutan Premier League, Minggu (14/4) malam WIB. The Reds sukses mengalahkan Chelsea dengan skor meyakinkan 2-0, sementara Man City menaklukkan Crystal Palace 3-1.
 
Akhir musim semakin dekat. Liverpool hanya menyisakan empat laga lagi, Man City lima laga. Artinya sangat mungkin persaingan dua tim ini ditentukan hingga pertandingan terakhir.
 
Bagaimana pandangan Klopp soal peluang Liverpool?

Tidak Membantu

Menurut Klopp, kemenangan atau kekalahan Man City sebenarnya sangat tidak membantu timnya. Dia hanya ingin skuat Liverpool fokus pada diri mereka sendiri dan berusaha memenangkan setiap pertandingan.
 
“Hari ini, mereka [Man City] menang dan anda [media] bertanya pada kami? Jika kami memikirkan mereka, ya [bakal mengganggu], dan jika kami tidak memikirkan mereka, tidak. Kami memainkan laga kami sendiri,” kata Klopp di Liverpoolfc.com.
 
“Sebagai contoh, jika Man City kalah dan kami mengetahui itu lima menit sebelum pertandingan kami, seseorang berkata pada kami: ‘Man City kalah’, itu tidak akan membantu.”
 
“Sebab kami akan kehilangan fokus pada saat itu,” lanjutnya.

Tidak Menyesali Kegagalan

Lebih lanjut, Liverpool sebenarnya mengarungi Premier League 2018/19 ini dengan begitu impresif. Mereka hanya satu kali kalah, dari Man City. Hanya laga imbang mereka sedikit terlalu banyak.
 
Banyak yang membayangkan Liverpool bakal juara jika mereka bisa memenangkan laga-laga imbang itu, tetapi Klopp tidak pernah suka mengandaikan sesuatu yang sebenarnya sudah terjadi.
 
“Yang ingin kami lakukan adalah mendulang poin sebanyak mungkin, sungguh. 85 poin, empat laga lagi, itu berarti kami bisa mendapatkan 97 poin. Bagus, mari dicoba. Jika itu cukup, sempurna, dan jika tidak, kami tidak bisa mengubahnya.”
 
“Orang-orang cerdas bakal muncul dan berkata: ‘ya, tetapi jika anda menang melawan Leicester maka anda bisa jadi juara sekarang’ dan hal-hal seperti itu. [Sayangnya] hanya orang lemah yang membicarakan hal itu,” tutup Klopp.

tag :

Berita Terkait